Pages - Menu

11/06/2013

Memilih Menikmati

Genap lima bulan sudah menjalani hari sebagai murid SMA di tahun terakhir, terhitung sejak 6 hari yang lalu. Gak kerasa? Iyah. Ngerasa kalo waktu tiga tahun di SMA itu sangat sebentar adalah hal klasik yang sering dilontarkan. 

Aura gengsi dan kompetisi begitu sengat dirasa, begitu mudah di identifikasi. Rekayasa hasil hingga peng-agung-an atas nilai menjadi suatu yang lumrah. Kepekaan terhadap lingkungan sekitar semakin berkurang, rasa memiliki atas apa yang diusahakan bersama menjadi nihil. Bahkan terkesan menjadikan setiap harinya diburu waktu yang seolah tak pernah henti untuk menuntut.

Hingga mungkin, dalam beberapa bulan kedepan hal itulah yang nantinya bakal gue kenang. Berat memang, namun inilah fase dimana tiap individu berlomba-lomba meraih apa yang (mungkin) ia citakan. Meraih segala apa yang ia ambisikan. Memakan waktu demi jenjang berikutnya. Melawan rasa segan dalam hati, yang bisa jadi meronta untuk tidak ingin meninggalkan dengan cepat masa ini. Sampai waktunya tiba, saat dimana masa-masa jenuh seperti saat ini dirindukan. Enggan ditinggalkan.

Gue memilih.

Memilih untuk sejenak berdiam dan merenung dalam hati, bertanya dalam diri.

Gue memilih.

Memilih untuk memahami apa itu sebuah kebersamaan, hal yang mungkin nantinya nggak lagi gue dapet di kampus. Mungkin ada, tapi nggak bisa seindah saat ini. Mungkin bisa dibuat, tapi nggak sama kayak sekarang.

Gue memilih.

Memilih melalui hari dengan sebuah hal yang berbeda, hal yang nggak pernah gue lakuin selama 12 tahun gue duduk bersimpuh dengan kemeja dimasukkan berikatkan gesper di pinggang.

Gue memilih.

Memilih untuk sebanyaknya berinteraksi, membuka diri, menambah koneksi dan tak berspekulasi.

Gue memilih.

Memilih untuk tak sekedar menjalani, tak seolah melalui, tak semudah melangkahkan kaki lalu beranjak lagi.

Gue memilih, untuk menikmati. :))


***

Sepenggal cerita, sebuah perumpamaan dengan sedikit membawa apa yang menjadi suatu kenyataan. Gue ngerasa sebagai kelas 12 nggak ada yang namanya santai. Lazim? Iya. Tapi justru bagi sebagian orang menjadi pergeseran atas hal-hal baik yang biasanya mereka lakukan. Sekedar berucap salam, sulitkah? :))

Atas segala apa yang gue lakukan sebagai kelas 12, yuk sama-sama diisi waktu-waktu terakhir sebagai seorang pelajar dengan senatiasa menjadikan segala sesuatunya sebuah kebaikan dan perbaikan. Ayo!




*nb: jujur, note ini dibuat atas rasa sayang gue terhadap lo, dia dan mereka. Moga sampai!




Tidak ada komentar:

Posting Komentar